Rabu, 24 Desember 2014

~~~POCKET LOVE~~~


~~~POCKET LOVE~~~

Chapter One

FF pertama saya. Mohon responnya kepada teman-teman yang membaca , bantu saya juga :) Dan dimohon komenannya....

LIKE DAN COMENT MEMPENGARUHI.

Jangan CoPas ne.....




Disclaimer :

Untuk cerita berasal  dari pikiran saya sendiri.
Dan untuk member Super Junior mereka milik Tuhan YME, orang tua mereka, diri mereka sendiri, SM Entertainment.
Dan khusus Donghae dia milik saya -buagh- hehe





Cast :

Kyuhyun ( Super Junior member )

Donghae ( Super Junior member )

Henry  ( Super Junior member )

Shinbi (OOC)

Hyura (OOC)

Ryewook ( Super Junior member )

Jiwon (OOC)

Yeorim (OOC)

Sungmin ( Super Junior member )

Lee Joon ( Aktor )

Akan bertambah seiring cerita berlangsung (!!!)




Genre :

Romance(?), sadness, school



Summary :

Baca sendiri !!!



Warning :

Typo

Out Of Character

Aneh (?)

Alur maksa

Pendek

Pengubahan karakter terjadi karena disengaja, jadi untuk para fansnya saya mohon minta maaf... *bungkuk 90o*





~Super Junior Fanfiction~

By : Silvi280199

Dont Like? Dont Read!



Happy Reading!!!!

.



.


One

08:55
"Sial kenapa harus terlambat! Dokter Kim pasti akan marah besar padaku." Gerutu Shin-Bi sambil berlari menuju halte bus.

Rambut yang diikat ekor kuda itu bergerak pelan tertiup angin musim dingin. Matanya tak lelah bergerak kekanan-kiri jalanan, mencari sesuatu yang ditunggunya yang tak kunjung datang.

"Ayolah... Sudah terlambat, tak ada bus lagi. Lengkaplah penderitaanku ini." Gerutunya terus.

Setelah beberapa menit menunggu, terlihatlah sebuah bus muncul tak jauh dari tempatnya. Dengan semangat ia berlari kearah bus itu. Hal yang bodoh bukan? Bukankah seharusnya ia menunggu sampai bus itu berhenti didepan halte. Tapi mungkin karena terlalu semangat atau perasan entah apa, Shin-Bi malah berlari kearah bus itu. Supir bus yang melihat tingkah aneh yeoja itu hanya menggelengkan kepala, ia segera menghentikan bus didepan Shin-Bi.

"Selamat pagi Shin-Bi, terlambat eoh?" Goda supir bus itu yang tak lain adalah Lee Donghae, sahabat Shin-Bi. Meski baru sekedar dua bulan ia bertemu Shin-Bi. Tapi mereka sudah seperti sahabat yang bertahun-tahun bersama.

"Aish... Jangan menggodaku. Cepat jalankan busnya." Balas Shin-Bi ketus. Mendengar jawaban ketus sahabatnya, Donghae hanya tertawa kecil.

"Bagaimana harimu oppa? Apa tidak bosan terus-terusan menjadi supir bus seperti ini?" Tanya Shin-Bi.

"Lebih baik daripada harus pergi ke Paris dan berkutat pada document-document yang membosankan itu. Aishh... aku tak akan pernah mau melanjutkan perusuhaan Appa. Toh... Aku masih bisa membiayai kuliah Dan kehidupanku bukan." jawab Donghae dengan menyunggingkan senyumnya.

"Ne... Ne... Kau memang Seorang Lee Donghae yang ku kenal." ucap Shin-Bi. Donghae hanya terkekeh mendengar ucapan sahabatnya.

              ***

"Hyung aku tidak apa-apa." ucap Kyuhyun kepada managernya, Lee Sungmin.

"Ayolah... Tuan muda Cho Kyuhyun, aku ini bukan orang bodoh. Semua orang tahu, terlihat jelas diwajahmu yang semakin pucat itu. Sudahlah... Aku akan mengantarmu ke Dokter." tegas Sungmin, Sungmin sangat mengerti sikap keras kepala bos sekaligus sahabatnya itu. Sebenarnya Sungmin merasa sangat kasihan kepada Kyuhyun, di usianya yang masih terbilang muda itu seharusnya tidak hanya Ia gunakan dikantor. Tapi Sungmin sangat mengerti dengan keadaan Kyuhyun. Karena appa Kyuhyun sakit dengan terpaksa Kyuhyun menerima permintaan appanya, menjadi penerus perusahaan kelurga Cho.

"Maaf hyung." hanya itu yang terlontar dari mulut Kyuhyun. Kyuhyun pun dengan santainya berjalan melewati Sungmin.

"Ck... Dasar keras kepala." gumam Sungmin, ia terlalu lelah berdebat dengan Kyuhyun. Jadi ia biarkan saja Kyuhyun keluar dari ruangannya. 'Mungkin ia butuh waktu untuk sendiri' batinnya.

Perasaan pusing masih ia rasakan, tapi Kyuhyun mencoba menghilangkannya dengan sedikit memijit pelipisnya. Bukannya ia tak menghormati saran sahabatnya itu. Tetapi jika ia pergi ke dokter, pasti Jung Hyu-Ra, yeojachingunya akan pergi menemuinya. Kyuhyun tidak ingin bertemu dengannya untuk beberapa hari ini. Kyuhyun merasa kesal pada Hyura, sebagai seorang kekasih ia tak suka Hyura berpose manas disebuah cover majalah dewasa. Menurutnya itu hal yang sangat memalukan.

           ***

Dengan muka kusutnya ShinBi berjalan gontai menelusuri koridor. Ia remas-remas ujung jas putihnya. Mencoba menghilangkan kekesalannya.
Shinbi benar-benar kesal, setelah ia berusaha berlari secepat mungkin dari halte bus menuju sekolah, ia harus dikagetkan dengan muka menyeramkan dokter Kim. Ia benar-benar kehabisan kata-kata jika berhadapan dengan dokter Kim. Setelah hampir satu jam dokter Kim memarahinya, akhirnya ada sebuah panggilan masuk yang menyebabkan dokter Kim pergi dan berhenti memarahi Shinbi. Sekarang Shinbi, seorang asisten dokter di sekolah elit di Seoul ini bisa bernapas lega.

"Shinbi, mulai hari ini sampai seminggu kedepan aku serahkan semuanya kepadamu. Ada hal penting yang harus aku urus." itu kata-kata terakhir dokter Kim sebelum pergi.

"Noona Shinbi, ada yang berkelahi di kelas XII B! Kami mohon noona pisahkan mereka!" Teriak seorang siswa perempuan sambil menyeret Shinbi menuju kelas XII B, kelas itu benar-benar ramai sekali. Shinbi benar-benar kaget melihat keadaan kelas yang kacau.

"Ke... Kenapa tak memanggil guru lain." Ucap Shinbi, ia benar-benar kewalahan dengan dua orang siswa yang tengah berkelahi ini.

"Guru lain tengah rapat, hanya noona yang dapat membantu kami." Jawab seorang siswa yang tengah membantu Shinbi memisahkan dua siswa yang berkelahi. Shinbi benar-benar panik, saat dirasa ada kesempatan tanpa pikir panjang ia berdiri diantara dua siswa yang berkelahi tadi. Dengan nyaring ia pun berteriak. "BERHENTI." Semua siswa termasuk dua orang yang tengah berkelahi diam dan terlihat menutup kedua telinga mereka yang diyakini sakit itu. Shinbi menyeringai kecil, lalu menyeret dua siswa yang berkelahi menuju UKS.

Melerai sebuah perkelahian ataupun mengurusi siswa-siswa bermasalah memang bukan tugasnya. Tugas Shinbi hanya menangani siswa atau para staf sekolah yang sakit, itupun jika tidak parah. Tetapi, apa boleh buat? Tak ada guru yang dapat dimintai bantuan selain dirinya.

"Apa yang kalian lakukan?" Tanya Shinbi dengan nada menyelidik. Setelah mereka masuk ke UKS. "Bukankah itu hal yang bodoh! Siapa nama kalian? Aku akan mencatatnya!" Lanjutnya tegas. Ia berjalan kearah meja kerjanya di sudut ruangan kesehatan itu, lalu mengambil note kecil dan ballpoint. Kemudian Shinbi melirik kearah siswa yang memiliki muka imut.

"Ryewook, namaku Ryewook." Ujarnya dengan nada malas. Shinbi lalu melirik kearah siswa disamping Ryewook.

"Henry Lau Imnida, bangapsamnida." Ujarnya dengan senyuman manis yang membuat matanya menyipit. 'Wajah Chinesse' batin Shinbi. Shinbi merasa heran kepada dua anak yang berdiri didepannya ini. Mereka padahal terlihat sangat polos nan lugu. Tetapi mereka tak sepolos apa yang terlihat.

"Apa yang menjadi masalah kalian?" Shinbi mencoba bersikap lembut.

"Tidak ada. Kami hanya melakukan sesuatu yang menyenangkan." Jawab Henry sambil merangkul Ryewook dengan paksa. Terlihat jelas Ryewook agak risih dengan perilaku tiba-tiba Henry.

"Ouh, kalau begitu aku akan mengobati luka kalian sebelum kalian kembali ke kelas!" Tawar Shinbi.

"Andwe, aku tidak mau." Ryewook melepaskan rangkulan Henry dengan kasar dan pergi begitu saja. Shinbi menghela nafas berat.

"Tak apa noona. Lukanya tak parah, tadi aku tak memukulnya dengan keras." Jelas Henry. "Hmm, sekarang bagaimana kalau noona mengobatiku?" Ucapan Henry membuat Shinbi tersadar, lalu ia tersenyum dengan lembut. Henry menggapai kedua tangan Shinbi lalu menangkupkannya dikedua pipinya yang lebam. Hal itu sontak membuat Shinbi kaget dan segera melepaskan tangannya dari pipi namja itu. Rona merah terlihat menjalari pipi chubby Shinbi.

"Ak-aku akan mengambil obat dulu." Ucapnya gugup. Ia berbalik dan memandang kebawah. Ia merasa malu sekarang.

    ***

"Apa yang kalian lakukan disini Oppa?" Tanya seorang yeoja berumur 18 tahunan kepada namja tampan yang lebih tua enam tahun darinya.

"Bukankah aku sudah biasa menjemputmu jam segini, Yeorim-ah?" Ucap namja itu.

"Tapi Donghae oppa kau tak bisa lihat aku sedang bersama teman-temanku." Ucap Yeorim ketus. Ia benar-benar malu saat teman-temannya tengah mentertawakannya, karena ia berpacaran dengan seorang supir bus. "Sekarang aku ingin oppa pergi dari sini. Jika oppa tidak mau, aku ingin kita pu-" belum selesai Yeorim bicara, Donghae menyelanya dengan sebuah kecupan dikening Yeorim. Setelah itu ia pergi sambil tersenyum lembut.

"Tampan sih, tapi pekerjaannya itu loh." Kekeh salah seorang teman Yeorim. Mendengar lontaran dan gelak tawa teman-temannya, Yeorim sangat kesal.

"Jika aku tidak berpacaran dengan Donghae oppa, aku tidak akan bisa mentraktir kalian." Sinis Yeorim. Semua teman-temannya segera menghentikan tawa mereka.

"Kau benar, tetapi jangan keterlaluan. Donghae oppa orang yang baik juga tulus. Dia sangat tak pantas untuk disakiti. Lagi pula, menyakiti hati manusia bukan hal yang pantas dibanggakan. Kau harus ingat batasan manusia Yeorim." Nasihat salah satu teman Yeorim, Choi Jiwon. Mendengar nasehat sahabatnya Yeorim hanya tersenyum meremehkan.

   ***

"Selamat sore noona. Kau belum pulang?" Sapa Henry.

"Apa yang kau lakukan? Seharusnya siswa telah pulang satu jam yang lalu bukan?" Heran Shinbi.

"Aku ingin pulang bersama noona." Jawab Henry. Mendengar itu Shinbi memutar bola matanya jengah. 'Dia mempermainkanku' batin Shinbi kesal.

"Ouh" respon singkat Shinbi mendapatkan balasan senyum tulus Henry. Entah kenapa Henry merasa tertarik dengan yeoja berumur 21 tahun ini. Yeoja yang memiliki darah melayu-korea ini terlihat sangat manis. Seorang perawat yang baru magang dua bulan di sekolahnya ini, mampu membuat ia bertekuk lutut. Henry bertekad untuk mendapatkan perhatian dari Shinbi.

"Aku akan mengantar noona dengan motorku!" Tawar Henry.

"Mian Henry, aku akan lembur. Jadi kumohon kau cepat pulang jangan buat orangtuamu khawatir!" Mendengar itu Henry menghela nafasnya berat, ia tahu mendekati yeoja yang lebih tua tiga tahun darinya ini memang tak mudah. Ia tahu Shinbi hanya menganggapnya remaja labil. Tapi toh itu tak akan mengurangi rasa ketertarikannya pada Shinbi.

"Hmm, kalau begitu aku akan menunggumu." Keukeuh(?) Henry. Shinbi menghela nafas berat mendengarnya. Henry mengambil langkah menuju sebuah kursi didekat jendela. Posisi yang bagus menurutnya, dengan posisi ini Henry dapat memandangi Shinbi sepuasnya 'sangat menyenangkan' pikir Henry. Shinbi terlihat kesal, tetapi ia terlalu malas meladeninya. Ia lebih memilih mengerjakan pekerjaannya yang sempat ia tunda tadi. Asal Henry tak mengganggu itu tak masalah-pikirnya!

   ***
22:55

Donghae benar-benar merasa cemas dan khawatir pada Yeorim. Setelah ia mendapat panggilan dari eomma Yeorim, bahwa Yeorim belum pulang hingga sekarang. Donghae segera pergi mencari Yeorim, tak mempedulikan rasa lapar juga lelah yang menerpanya. Dengan langkah yang agak tertatih ia menulusuri berbagai tempat di jantung kota Seoul ini. Rasa lelah yang kian menjadi membuatnya benar-benar tak sanggup berjalan lagi. Ia menghentikan langkahnya sebentar, lalu setelah tenaganya mulai muncul, ia segera berlari dengan sekuat tenaga. Rasa lelah ini benar-benar tak sebanding dengan rasa khawatirnya kepada Yeorim. Yang ada dipikirannya sekarang hanya Yeorim dan Yeorim. Berkali-kali ia mencoba menghubungi Yeorim, tapi ponsel Yeorim tidak dapat dihubungi. Donghae semakin gelisah.

Drrttt

Suara ponsel yang bergetar membuat Donghae tersentak kaget. Dengan gerakan super cepat, ia mengambil handphone dari saku celananya. Setelah membaca pesan singkat yang masuk ke handphonenya, Donghae segera berlari menuju suatu tempat. Alamat yang tadi ia dapat melalui pesan singkat itu.

"Chagi-ya, chankanman!" Sahutnya kemudian.

   ***

"Kau cukup antarkan aku sampai disini." Tegas Shinbi.

"Ayolah, noona. Aku ingin mengantarmu sampai rumah." Rengek Henry.

Shinbi memutar bola matanya jengah. Ia tak memperdulikan Henry. Shinbi segera berbalik dan berjalan dengan langkah yang dibuat besar-besar meninggalkan Henry yang hanya diam terpaku disamping motornya. Henry mendenguskan nafasnya kesal. Ia melihat Shinbi yang mulai menghilang di persimpangan jalan. Tiba-tiba, Henry menyunggingkan bibirnya. Sebuah senyuman atau seringaian muncul diwajah manisnya. Yap... Sepertinya si tampan kita telah menemukan sebuah ide cemerlang.



Setelah merasa yakin ia berjalan cukup jauh. Shinbi memperlambat langkahnya. Sebenarnya ia tadi berbohong kepada Henry, rumahnya masih jauh dari sini mungkin sekitar 500 meter lagi. Perasaan bersalah coba ia hilangkan, sebenarnya ia tak enak hati menyakiti perasaan seseorang. Tapi apa boleh buat, ia tak bisa dan tak boleh memberikan harapan kepada muridnya. Harapan? Yap... Shinbi berpikir bahwa Henry menyukainya. Meski ia tak mendengar perkataan itu secara resmi. Tetapi, sikap dan perilaku Henry mencerminkan bahwa Henry menyukainya. Shinbi tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi padanya jika sampai ia merespon. Pasti akan terjadi masalah yang besar. Shinbi menggelengkan kepalanya beberapa kali, berniat menghapus pikiran rumitnya. Ia mencoba menikmati pemandangan malam di sekelilingnya. Pemandangan malam di jantung kota Seoul ini sangat indah, berbagai lampu yang bersinar terpasang manis di beberapa kios-kios yang masih buka. 'Selalu ramai' pikirnya. Berulangkali Shinbi menggosok-gosokan kedua telapak tangannya, mencoba sedikit menghangatkan tubuhnya. "Pabo, hanya orang bodoh yang tak membawa jaket saat musim dingin." Gerutunya pada diri sendiri.

Sebenarnya Henry diam-diam mengikuti Shinbi, berjalan sambil memapah motor besarnya itu. Henry mengambil beberapa meter dari belakang Shinbi agar tak ketahuan. Terbesit dalam pikirannya untuk memberikan jaket hangat yang ia kenakan pada Shinbi. Tetapi jika itu terjadi, ia akan ketahuan mengikuti Shinbi. Henry hanya dapat berharap jas putih yang berbahan tipis itu dapat menghangatkan yeoja yang amat disayanginya itu. Henry tersentak kaget saat tiba-tiba ia melihat Shinbi berlari kearah sebuah 'night club' di persimpangan jalan. Dengan tergesa Henry menaiki motornya lalu menyalakannya dengan cepat. Ia mengendarai motornya hendak menyusul Shinbi.



Saat sedang asyik-asyiknya memandangi beberapa kios yang menawarkan aksesoris lucu. Penglihatan Shinbi dikagetkan oleh sosok yang amat familiar baginya. Itu  Donghae, dia masuk ke sebuah 'night club' dengan langkah tertatih. Tanpa pikir panjang Shinbi berlari mencoba mengejar Donghae. Ia takut terjadi sesuatu pada sahabatnya itu.

  ***

Hingar bingar musik mulai mengusik gendang pendengaran pemuda tampan yang baru saja memasuki 'night club'. Nafasnya tersengal-sengal. Bagaimana tidak? Ia berlari tanpa berhenti sekitar 700 meter. Donghae -nama namja itu- mulai mengatur nafasnya. Ia langkahkan kakinya perlahan. Matanya menelusuri sekeliling ruangan yang kelihatan remang. Sesekali ia mendapati pandangan aneh dari para pengunjung yang rata-rata berpakaian elegan itu. Donghae tak mengindahkan pandangan aneh dari orang-orang itu. Ia terpaku saat melihat sosok yang dikenalinya sedang mondar-mandir disudut ruangan.

"Jiwon-ah, dimana Yeorim?" Tanyanya segera ketika ia berada di hadapan Jiwon. Dilihatnya Jiwon yang terlihat gelisah. "Jiwon. Jawab aku!" Bentaknya keras. Jiwon meneteskan air matanya. Jiwon benar-benar bingung harus mengatakan apa.

"Jiwon. Jebal, beritahu aku!" Mohin Donghae dengan putus asa. Ia tahu Jiwon ketakutan dengan bentakannya tadi.

Jiwon merasa tak enak hati, ia menggerakan jari telunjuknya kearah sebuah pintu disampingnya. "Mianhae oppa. Aku sudah melarangnya." Ucapnya dengan nada serak dan berat. Ia menundukan kepalanya, tak kuasa memandang Donghae. Donghae segera berlari kearah pintu itu. Perasaan buruk mulai mendatanginya. Dengan sekuat tenaga ia memberanikan dirinya mendobrak pintu yang ditunjuk Jiwon.

BRAKK

Entah karena apa? Pintu itu dengan mudahnya terbuka. Dengan segera ia masuk kedalam ruangan. Donghae merasa seperti disambar petir(?). Hatinya teriris-iris. Ia benar-benar tak percaya, ini bisa terjadi dalam kehidupannya. Ia melihat Yeorim dan seorang pemuda sedang bermesraan di sebuah ranjang king size.

     ????????????????????

Apa yang akan terjadi pada Donghae, setelah ia melihat kekasihnya bermesraan dengan orang lain didepannya? Dan apakah Shinbi akan merespon perasaan Henry?

Jangan kemana-mana! Nantikan kelanjutannya! ( Huahaha, emang sinetron? )

Terima Kasih ^^

Like & Coment ya!!!!


Selasa, 18 November 2014

LYRIC KYUHYUN AT GWANGHWAMUN

LYRICS

pengen nih lagu galau dari oppa ganteng kita


Neon eottaenneunji, ajik yeoreumi nama
Waenji nan jogeum jichyeotdeon haru
Gwanghwamun garosu eunhaengip muldeul ttae
Geujeya gogael deureosseonna bwa
Nuni busige banjjagideon
Uri dureun imi nami doeeotjanha
Ne pum aneseo sesangi nae geosieotdeon
Cheoreopdeon sijeoreun annyeong
Oneul babocheoreom
Geu jarie seo inneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo
Oji annneun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Geu son japgo geotdeon gieoge
Tto dwidora bwa nega seo isseulkka bwa
Nan moreugesseo sesang saraganeun ge
Neul dareun nugul chatneun il inji
Keopi hyang gadeukhan i gil chajaomyeo
Geujeya jogeum useotdeon naya
Cheoeumieosseo
Geutorok nal tteollige han sarameun
Neoppunijanha
Nuguboda deo sarangseureopdeon nega
Wae naegeseo tteonaganneunji
Oneul babocheoreom
Geu jarie seo inneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo
Oji annneun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo
Geu son japgo geotdeon gieoge
Tto dwidora bwa
Nega seo isseulkka bwa
Geu jarieseo maeil araga
Jogeumssik byeonhaeganeun nae moseubeun
Meon hutnaren geujeo useojwo
Nan haengbokhae
Oneul yeogin geu ttaecheoreom areumdauni
Gwaenhi babocheoreom
I jarie seo inneun geoya
Biga naerimyeon heumppeok jeojeumyeo
Oji annneun neoreul gidaryeo
Naneun haengbokhaesseo (naneun haengbokhae)
Gwanghwamun i gireul dasi hanbeon dwidora bwa
Nega seo isseulkka bwa

TRANSLATE


Bagaimana harimu?
Tinggal beberapa hari lagi musim panas berakhir
Entah kenapa, aku merasa akhir – akhir ini sangat melelahkan
Ketika dedaunan berbuah warna di jalanan Gwanghwamun
Waktu itu, ketika aku kembali berani mengangkat kepala ini

 
Kita seharusnya tersenyum cerah bersama
Tapi, sekarang kita hanyalah dua orang asing
Dalam pelukanmu, disanalah duniaku
Selamat tinggal, untuk hari bahagiaku

 
Hari ini, seperti orang bodoh aku berdiri disini
Membiarkan tubuh ini basah dibawah hujan
Menunggumu, kau yang pasti tidak akan datang
Aku bahagia
Ketika mengingat kenangan
Kita yang berjalan sambil berpegangan tangan
Aku berbalik ke belakang, berharap kau berdiri disana

 
Aku tidak tahu jika ternyata arti hidup ini
Untuk selalu menemukan orang baru
Ketika aku tiba dijalan ini, seketika aroma kopi menyambutku
Dan saat itulah aku berani untuk tersenyum

 
Kau adalah orang pertama yang membuatku gugup
Hanya kau seorang
Kau yang terlihat cantik dibanding siapapun
Tapi, kenapa kau meninggalkanku?

 
Hari ini, seperti orang bodoh aku berdiri disini
Membiarkan tubuh ini basah dibawah hujan
Menunggumu, kau yang pasti tidak akan datang
Aku bahagia
Ketika mengingat kenangan
Kita yang berjalan sambil berpegangan tangan
Aku berbalik ke belakang, berharap kau berdiri disana

 
Disini, akhirnya aku sadar
Ternyata aku yang selama ini berubah
Dimasa yang akan datang, berikanlah aku satu senyuman
Aku bahagia
Karena hari ini, tempat ini indah seperti pada kenangan kita

 
Tanpa alasan, seperti orang bodoh aku berdiri disini
Membiarkan tubuh ini basah dibawah hujan
Menunggumu, kau yang pasti tidak akan datang
Aku bahagia
Ketika mengingat kenangan
Kita yang berjalan sambil berpegangan tangan
Aku berbalik ke belakang, berharap kau berdiri disana
 
 
and... jangan lupa ijin ya jika copy ^^

Senin, 10 November 2014

Masuknya Hindu Budha di Indonesia



Masuknya Hindu Budha di Indonesia

Agama Hindu dan Budha berasal dari Jazirah India yang sekarang meliputi wilayah negara India, Pakistan, dan Bangladesh. Kedua agama ini muncul pada dua waktu yang berbeda (Hindu: ±1500 SM, Budha: ±500 SM), namun berkembang di Indonesia pada waktu yang hampir bersamaan. Munculnya agama Hindu dan Budha di Indonesia berawal dari hubungan dagang antara pusat Hindu Budha di Asia seperti China dan India dengan Nusantara. Hubungan dagang antara masyarakat Nusantara dengan para pedagang dari wilayah Hindu Budha inilah yang menyebabkan adanya asimilasi budaya, sehingga agama Hindu dan Budha lambat laun mulai berkembang di Nusantara.

Kepulauan Nusantara yang diapit oleh dua benua (Asia dan Australia) serta oleh dua samudra (Hindia dan Pasifik), mempunyai letak yang sangat strategis dalam jalur perdagangan dunia kala itu. Hal ini membuat para pedagang asing dari negeri-negeri lain seperti Cina, India, Persia, dan Arab sering singgah di kepulauan Nusantara. Para pedagang asing ini tidak hanya berkepentingan untuk berdagang di Nusantara. Mereka juga menjalin interaksi secara sosial budaya dengan masyarakat lokal, sehingga masuklah pengaruh-pengaruh kebudayaan mereka ke Nusantara, termasuk pengaruh kebudayaan Hindu dan Budha. Sebenarnya ada beberapa teori yang diajukan oleh para ahli mengenai siapa sebenarnya yang membawa agama Hindu dan Budha di Indonesia, berikut adalah beberapa teori/hipotesa mengenai masuknya agama hindu dan budha di indonesia.



Memasuki abad Masehi, antara Indonesia dengan India sudah terjalin hubungan terutama dalam perdagangan. Setelah jalur perdagangan India dengan Cina lewat laut (tidak lagi melewati jalan darat), maka selat Malaka merupakan alternatif terdekat yang dilalui pedagang. Dalam hubungan tersebut masuk dan berkembang pula agama dan budaya India di Indonesia.

Peristiwa masuknya agama dan kebudayaan Hindu-Budha di Indonesia pada abad pertama Masehi membawa pengaruh yang sangat penting. Peristiwa tersebut menandai berakhirnya jaman prasejarah Indonesia dan memasuki jaman sejarah serta membawa perubahan dalam susunan masyarakat dan kebudayaan yang berkembang di Indonesia.

Proses masuknya pengaruh budaya India ke Indonesia, sering disebut penghinduan. Pada dasarnya istilah ini sebenarnya kurang tepat, karena disamping agama Hindu, masuk pula agama Budha. Proses ini terjadi didahului adanya hubungan Indonesia dengan India, sebagai akibat perubahan jalur perdagangan dari jalur tengah (sutera) berganti ke jalur pelayaran (rempah-rempah. Hal ini didasarkan bukti peninggalan arca dan prasasti di Indonesia. Sedangkan di India terdapat karya sastra, diantaranya kitab Jataka, Ramayana dan Raghuwamsa. Kitab Jataka berisi kisah perjalanan Budha yang menjumpai Swarnabhumi. Kitab Ramayana terdapat istilah Jawadwipa dan Swarnabhumi. Kitab Raghuwamsa karya Kalisada tentang perdagangan India yang menyebutkan Dwipantara sebagai asal bahan perdagangan cengkih atau lavanka.

Mengenai hipotesis/ teori masuknya pengaruh Hindu – Buddha di Indonesia, para ahli berpendapat yang berlainan, dimana secara garis besar dibedakan atas:

a. Teori Ksatria
Teori ini juga disebut teori prajurit atau kolonisasi yang dikemukakan CC. Berg dan FDK. Bosch. FDK. Bosch menggunakan istilah hipotesa ksatria. Menurut teori ini, peran utama masuknya budaya India ke Indonesia adalah ksatria. Hal ini disebabkan di India terjadi kekacauan politik yaitu perang brahmana dengan ksatria, para ksatria yang kalah melarikan diri ke Indonesia. Mereka mendirikan kerajaan dan menyebarkan agama Hindu. Pendukung teori ini kebanyakan sejarawan India, terutama Majumdar dan Nehru.
Hipotesis ksatria banyak mengandung kelemahan yaitu tidak adanya bukti kolonisasi baik di India maupun di Indonesia. Kedudukan kaum ksatria dalam struktur masyarakat Hindu tidak memungkinkan menguasai masalah agama Hindu dan tidak nampak pemindahan unsur masyarakat India (sistem kasta, bentuk rumah, pergaulan dan sebagainya). Tidak mungkin para pelarian mendapat kedudukan sebagai raja di tempat yang baru.
b. Teori Waisya
Teori ini dikemukakan NJ. Krom dan Mookerjee yang berpendapat; orang India tiba ke Asia tenggara pada umumnya dan khususnya Indonesia karena berdagang. Pelayaran perdagangan saat itu masih tergantung sistem angin muson. Sehingga pedagang India terpaksa tinggal di Indonesia selama beberapa saat untuk menanti bergantinya arah angin. Mereka banyak menikah dengan penduduk setempat. Keturunan dan keluarga pedagang ini merupakan awal penerimaan pengaruh India. Tampaknya teori ini mengambil perbandingan proses penyiaran Islam yang juga dibawa pedagang. Teori ini juga dibantah ahli lain, karena tidak setiap orang boleh menyentuh kitab Weda. Ajaran Hindu milik kaum brahmana dan hanya mereka yang memahami kitab Weda.
c. Teori Brahmana
Teori ini dikemukakan JC. Van Leur, FDK. Bosch dan OW. Wolters yang berpendapat bahwa orang yang ahli agama Hindu adalah brahmana. Orang Indonesia/ kepala suku aktif mendatangkan brahmana untuk mengadakan upacara abhiseka secara Hindu, sehingga kepala suku menjadi maharaja. Dalam perkembangannya, para brahmana akhirnya menjadi purohito (penasehat raja).
Teori ini tampaknya dianggap lebih mendekati kebenaran karena agama Hindu bersifat tertutup, dimana hanya diketahui kalangan brahmana. Prasasti yang ditemukan berbahasa Sanskerta dan huruf Pallawa. Candi yang ada di Indonesia banyak ditemukan arca Agastya. Disamping itu brahmana di Indonesia berkaitan dengan upacara Vratyastoma dan abhiseka.


d. Teori Arus Balik/ Nasional
Teori arus balik atau disebut teori nasional ini muncul dikemukakan JC. Van Leur, dimana sebagai dasar berpikir adalah hubungan antara dunia maritim dengan perdagangan. Hubungan dagang Indonesia dengan India yang meningkat diikuti brahmana untuk menyebarkan agama Hindu dan Budha. Orang- orang Indonesia yang tertarik ajaran itu, mengirimkan kaum terpelajar ke India untuk berziarah dan menuntut ilmu. Setelah cukup lama, mereka kembali ke Indonesia dan ikut menyebarkan agama Hindu- Budha dengan menggunakan bahasa sendiri. Dengan demikian ajaran agama lebih cepat diterima bangsa Indonesia.


Sabtu, 27 September 2014

|| VERSI TEKS NARUTO CHAPTER 693 : “SEKALI LAGI” ||

|| VERSI TEKS NARUTO CHAPTER 693 : “SEKALI LAGI” ||

[[1388879654674614]]

• Like First & Share After Read^^
[[491100850982673]]

• Written & Translated by © [[f9.heart]] Suga ..

[[491100850982673]]

 Written & Translated by © [[f9.heart]] Suga ..

[[491100850982673]]

• Cover Teks : [ Naruto dan Sasuke Berhadapan ..]

Pada Chapter Sebelumnya, Sasuke kembali berulah dengan mengungkapkan ideologinya mengenai dunia shinobi yang menurutnya perlu di ubah. Akan tetapi ideologi sasuke tersebut menuai kecaman karna dalam mewujudkannya, langkah awalnya sasuke ingin melenyapkan para kage dan juga para bijuu yang menurutnya sumber dari kekacauan sistem dunia shinobi. Naruto yang menjadi satu satunya penghambat sasuke, juga ingin di singkirkannya. Mampukah sasuke ...??


• Naruto 693 :: “SEKALI LAGI”
Versi teks by © Naruto Inthezone 

Terlihat Naruto dan sasuke saling berhadapan, sementara di sisi lain, Hagoromo, kakashi dan sakura tengah memperhatikan mereka ..

“Bisakah kau melepaskan para bijuu?? Mereka baru saja mendapatkan kebebasan mereka” ucap naruto ..

“Dan kemungkinan karna aku sudah cukup mengenal mereka, aku yakin itu .. Mereka tidak akan berbuat yang buruk lagi ” Lanjutnya ..

“Naruto .. Sepertinya, kau belum mengerti” sahut sasuke ..

“??”

“Sekarang ini, kau adalah jinchuuriki dari semua bijuu .. Dan itu sama saja, kau memiliki semua chakra mereka di dalam tubuhmu .. Aku akan menghancurkan itu itu. Dan itu artinya kau mati, naruto.. Hal itu sudah jelas ..” Lanjutnya ..

Mendengar ucapan sasuke tersebut, membuat kakashi, sakura bahkan hagoromo terkejut ..

“Dan jika kita melakukan hal seperti yang di katakan petapa itu .. Kita tidak akan membutuhkan chakra sama sekali untuk mematahkan jurus, pikirkan itu .. Kita hanya harus menggunakan bijuu yang telah kutangkap.. Setidaknya aku akan membiarkan mereka hidup sampai saat itu” kata sasuke menjelaskan ..

Di perlihatkan, 9 chibaku tensei yang mengurung 9 bijuu masih melayang di udara ..

Mendengar penjelasan sasuke membuat naruto marah ..
“Aku tidak akan membiarkanmu melakukan hal semacam itu .. Kau tidak akan bisa !!” Ucap Naruto ..

“Ini akan menjadi yang pertama kali naruto .. Ayo, kita cari tempat lain .. Kau pasti tau maksudku ..” Ajak sasuke seraya membalikan tubuhnya ..

Naruto sejenak terdiam ..
Sedangkan kakashi tiba tiba mencoba mengenhentikan langkah sasuke ..

“Tunggu Sasuke !!” Ucap kakashi ..

Kakashi berusaha mendekati sasuke, namun tubuhnya yang melemah membuatnya terjatuh ..

“Sensei !!” Teriak sakura cemas ..

“Efek dari penggunaan sharingan masih terasa ..” Pikir kakashi ..

Sasuke tidak bergeming sedikitpun, sakura merasa sedih melihat sifat dan tingkah sasuke yang seolah tak memperdulikan orang lain ..

Namun dalam kesedihan yang bercampur linangan air mata sakura, tersimpan amarah yang ingin ia keluarkan, naruto dan kakashipun menyadarinya ..

Dan amarah itupun sakura keluarkan ..
“A .. Aku tahu tidak ada yang bisa kulakukan untuk menghentikan semua ini .. Tapi aku masih mencintaimu .. Aku tidak pernah tau kalau kau akan berubah seperti ini ..

Aku tidak bisa ada disana saat kau membutuhkan bantuan .. Atau bahkan menghentikanmu dari memilih jalan itu .. Apa yang bisa kulakukan hanyalah duduk diam dan menangis.. Hal itu sangat memalukan ..” Ucap Sakura mengungkapkan isi hatinya ..

Ia teringat saat sasuke mengucapkan terima kasih dulu ketika ia mencoba menghentikan sasuke pergi dari konoha ..

“Tapi .. Tapi sasuke-kun ..jika aku masih ada di hatimu meskipun cuma sedikit .. Kumohon jangan pergi .. Jika kita bersama lagi, aku yakin kita bisa bersama lagi” pinta sakura dengan berlinang air mata ..

Sasuke pun merespon ucapan sakura. Iapun perlahan berbalik arah ..

“Kau .. Sungguh mengganggu ..” Sahut sasuke ..

Namun sesuatu mengejutkan terjadi, dengan menggunakan kemampuan genjutsunya, sasuke tiba tiba berada di depan sakura dan langsung menusuk dada sakura .. 

Sakurapun roboh setelah mendapat tusukan dari sasuke dalam genjutsunya, dan ini membuat kakashi yang berada di sampingnya dan juga naruto kaget ..

“Apa yang lakukan? Kau tidak perlu menggunakan genjutsumu pada sakura-chan .. Yah, dia datang menemui kita pada saat seperti ini .. Membuat kita kerepotan .. ” Ucap naruto kesal ..

“Sakura .. Sakura ingin menyelamatkanmu selama ini ..” Kakashipun angkat bicara ..

“Apa?? Apakah dia sangat senang dengan mimpinya tentang cinta?? Aku tidak tau apakah dia menyukaiku dan jujur saja aku tidak tertarik sama sekali padanya ..” Sahut sasuke ..

“Satu satunya kondisi dimana kau membutuhkan alasan adalah saat kau membenci seseorang .. Bukankah dia mengatakan kalau dia ingin kau selalu ada di sampingnya .. Dia hanya ingin menyelamatkanmu, hanya itu .. Dia yang hampir kehilangan nyawanya untukmu .. Dia masih bisa menangis kapanpun dia memikirkanmu .. Dan satu satunya alasan adalah karna dia sangat mencintaimu!!” ucap kakashi ..

Sasuke teringat foto keluarganya yang dulu ia cintai ..

“Hal itu .. Adalah masa lalu bagiku” jawabnya ..

Dan sasukepun melompat pergi menjauhi mereka ..

“Sasuke ..” Ucap kakashi dalam hati ..

“Ku sudah berjanji dengan sakura-chan dulu .. Kalau aku akan membawa sasuke kembali ..”Ucap naruto ..

“Naruto ..” Sahut kakashi ..

“Sensei .. Kau tau bagaimana caraku kan?? Aku akan kembali” ucap naruto ..

“Ya,, berhati hatilah ..” Sahut kakashi ..

Narutopun pergi mengejar sasuke yang sedang menuju ke suatu tempat ..

Sementara itu hagoromo tetap berada di samping kakashi dan sakura. Di perlihatkan juga jasad madara yang tergeletak ..

“Cinta itu hal yang rumit .. Aku dulu juga punya 2 orang anak laki laki.. Aku mencintai mereka, sma seperti mereka mencintai dan menghormatiku .. Tapi aku menyerahkan semuanya pada anak terakhirku .. Sebuah kesalahan yang ku sesali .. Karna itu, anak tertua mulai membenciku dan adiknya ..” Kata hagoromo sambil teringat kedua anaknya indra dn ashura ..

“Cinta itu telah berubah menjadi benci .. Sasuke yang sekarang ini adalah hasil dari cinta yang telah hilang di masa lalu .. Hal itu sma seperti madara ..” Lanjutnya ..

“Sasuke dan madara memiliki takdir yang mirip .. Apakah itu yang coba kau katakan ??” Tanya kakashi ...

“Tidak .. Kita berdua ingin melihat masa depan yang lebih baik sejauh ini .. Belajar dari kesalahan masa lalu .. Itu alasannya kenapa aku memberikan kekuatanku pada mereka .. Masa lalu ada bukan sebagai pengingat untuk perubahan .. Tapi sebagai pelajaran untuk kita semua ..”Kata hagoromo menjelaskannya ..

“Lalu apa yang membuatmu memilih naruto??” Tanya kakashi ..

“Uzumaki naruto .. Naruto bisa berteman dengan kurama, seekor monster perwujudan dari rasa benci .. Dan ketika aku tersadar, aku menyerahkannya pada naruto .. Karna aku berharap kali ini, kebencianlah yang akan berubah menjadi cinta .. Hmm .. atau mungkin aku harus mengatakan , aku harap mereka dapat menemukan dan memperoleh kembali cinta yang hilang itu .. Bukan hanya untuk naruto sendiri, tapi untuk sasuke juga. Sebuah cinta yang berbeda dari cinta yang di berikan ibunya ..” Jawab hagoromo sambil mengingat kurama dan naruto sejenak ..

Sementara itu, naruto yang tengah mengejar sasuke akhirnya sampai pada suatu tempat yang tak asing lagi yaitu di lembah akhir. Dimana patung hashirama dan madara berada jadi tempat berpijak mereka. Naruto berdiri di atas kepala patung hashirama sedangkan sasuke berdiri di kepala patung madara ..

“Hehehe .. Aku tahu kau akan datang ke sini .. Seperti waktu dulu huh. Sasuke .. Kita biasanya bertarung disini, iya kan ??” Tebak naruto. ..

“Tidak .. Ada yang berbeda ..” Sahut sasuke ..

“Kau akan kalah sekali lagi disini” lanjutnya ..

“Tidak, aku tidak akan kalah lagi darimu .. Dan aku tidak akan membiarkanmu berbuat semaumu ..” Ucap naruto ..

“Oh ... Dan aku yakin .. Aku takkan membiarkanmu menjadi hokage .. Kau tak mengerti sma sekali apa arti menjadi seorang hokage ..” Tambahnya ..

“Aku sudah bilang padamu tentang revolusi .. Hokage dalam versiku sama sekali tidak seperti versimu ..” Sahutnya ..

“Biar ku beritahu apa yang kakamu katakan .. Seorang hokage tidak dipilih oleh kekuatannya, hokage sejati adalah dia yang di pilih oleh orang banyak ..” Ucap naruto ..

“Aku sudah menyadari hal ini selama ini, meski tanpa kata kata dari kakakku .. Jawaban kita sangatlah berbeda .. Jadi sebelum kita bertarung, aku cuma ingin memperjelaskannya .. Akan ku ajari kau apa yang di maksud Hokage itu ..” Ucapnya ..

“.,!??” Naruto terdiam ..

APA ARTI SEBENARNYA, YANG DI BICARAKAN OLEH SASUKE !?? ..

• To be Continued ...